Ketika Sakit Hati, Kesehatan Anda Menurun

Diposting pada

TravelOffline – Apakah anda pernah merasakan patah hati di tinggal oleh kekasih? Apa yang terjadi pada kesehatan tubuh anda setelah menerima kenyataan jika anda harus putus cinta? Sakit dada, sesak napas dan hilangnya nafsu untuk makan termasuk kedalam gangguan kesehatan yang dapat anda alami ketika patah hati lho.

Ketika Sakit Hati, Kesehatan Anda Menurun

Hmm, padahal yang hancur berkeping-keping adalah hati, namun kesehatan tubuh juga dapat ikut terganggu kok bisa? Nah, ternyata itu semua adalah penjelasannya lho guys. Mari kita pahami secara bersama-sama.

Perlu anda tekankan jika patah hati tidak hanya di sebabkan oleh putus cinta saja, namun juga dapat dikarenakan ditinggalkan orang tersayang atau mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari lingkungan sekitar anda tinggal lho. Saat patah hati, tubuh seseorang yang pertama kali diserang adalah Otak lho.

Otak manusia sendiri memiliki bagian yang disebuat dengan anterior cingulate cortex yaitu berfungsi sebagai pengatur perasaan dan kemampuan secara kognitif. Di dalamnya terdapat yang namanya reseptor opoid yang bekerja untuk menciptakan rasa sedang dan sedih, serta dapat mengirimkan sinyal tersebut ke seluruh tubuh anda. Saat senang, kinerja reseptor opoid akan meningkat. Sebaliknya, saat anda patah hati, kinerja reseptor endogen opioid, terutama u-upioid akan menurun secara drastic lho.

Hal ini dapat memicu penurunan apda pusat kesenangan di daalam otak anda sehingga dapat muncul perasaa tidak nyaman seperti adanya cemas, sedih, galau dan lain sebagainya.

Tidak cukup sampai disitu saja, rasa sakit yang diterima juga reseptor opioid kemudian akan ditransfer ke seluruh tubuh anda melalui aktivitas sistem saraf anda. Pada tahap inilah tubuh anda akan bereaksi terdapat perasaan patah hati hingga muncul adanya gangguan pada kesehatan seperti munculnya sesak napas, sakit dada, sakit perut dan hilangnya napsu ketika anda makan.

Yup, tidak dapat diragukan lagi, patah hati memang dapat berujung pada stress dan depresi yang berkelanjutan. Hal ini dapat disebabkan oleh meningkatnya kadar hormone kortisol serta adrenalin dalam otak dimana semakin banyak hormone tersebut, semakin lama pula seseorang mengobati patah hatinya lho. Prosesnya bahkan bisa sampai berbulan bulan lamanya. Stress berat dapat berakibat patah hati bisa berujung pada menurunnya pada nafsu makan dan kekebalan tubuh menurun, rambut menjadi rontok, timbulnya jerawat sana sini dan tekanan darah tinggi.

Agar lebih mudah dalam mengatur kadar kortisol dalam otak anda, anda harus pandai mengelola pikiran dan perasaan. Di awal perpisahan, pikiran anda mungkin bakalan teralihkan dengan bayangan wajah dan kenangan bersama pacar. Penjelasan ini didasarkan pada ilmiahnya, ketika melihat wajah kekasih atau saat bermesraan dengannya, darah akan mengalir ke pusat kesenangan di dalam otak sehingga dapat meninmbulkan perasaan bahagia dan berbunga-bunga. Kenyataan ini berbeda akan anda temui usai putus cinta dengannya, rasa senang dapat digantikan dengan rasa sedih dan rindu yang datang, dapat menimbulkan dampak yang hampir mirip dengan orang yang terkena penyakit parah.

Maka dari itu, sebagian besar orang yang patah hati lebih memilih untuk melupakan kekasih daripada berlama-lama terpuruk dalam kesedihannya. Ya, patah hati memang membuat hati dan tubuh anda sakit, namun yang terpenting adalah bagaimana diri anda bisa bangkit dan melepaskan diri dari adanya efek buruk yang ditimbulkan oleh sakit hati.

Terimakasih telah membaca Alasan kesehatan menurun ketika sakit hati semoga dengan adanya artikel ini dapat membantu anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *