upi
upi

Pesan Harapan Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia

Diposting pada

TravelOffline – Dunia pendidikan diramaikan dengan pembayaran UKT (Uang Kuliah Tunggal) yang jatuh tempo pada bulan Juni-Juli 2020. Namun banyak mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia yang tidak setuju dengan adanya pembayaran UKT untuk semester depan. Alasan mahasiswa menolak pembayaran UKT karena mahasiswa menganggap jika aktive kuliah hanya dua bulan saja, kesananya belajar dari rumah (WFH). Hal ini banyak mahasiswa yang tidak setuju, selain itu pemberian dana bantuan untuk kuota yang terbilang kecil hanya 100 ribut yang berjalan dari bulan kemaren April 2020, untuk bulan Mei belum ada dana bantuan.

Mahasiswa universitas pendidikan indonesia melalui situs petisi Change.org menyatakan:

“Sebagaimana yang kita ketahui, Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang besar terhadap kondisi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Hal ini mengakibatkan terhentinya berbagai aktivitas, termasuk berdampak pada suasana dan kondisi belajar-mengajar di Perguruan Tinggi.

Berkaitan dengan kebijakan Kampus UPI, dukung kami dalam menuntut keadilan atas kebijakan UKT/BPP yang dinilai tidak solutif dalam suasana pandemi seperti ini.

Sebagaimana dikutip dari pernyataan resmi BEM Rema UPI, kami mengajukan sebuah TUNTUTAN:

  1. Menuntut UPI untuk mentransparansikan alokasi biaya dari penggunaan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dibayarkan pada masa pandemi dan/atau setelah pandemi Covid-19.
  2. Menuntut pihak UPI mengevaluasi terhadap kondisi perekonomian orang tua/wali mahasiswa akibat adanya pandemi Covid-19 sebagai landasan penyesuaian pembayaran UKT pada semester ganjil 2020/2021.
  3. Menuntut pihak UPI mengimplementasikan siaran pers Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia No. 052/SP/MRPTNI/V/2020 tentang Kebijakan Perguruan Tinggi dalam rangka Pelaksanaan dan Pengelolaan Pendidikan Tinggi Selama Pandemi Covid-19 sebagai bahan rujukan untuk Penyesuaian kembali, Pembebasan dan Pengurangan UKT semester ganjil 2020/2021.
  4. Menuntut pihak UPI memberikan pengurangan dan pembebasan sementara (dampak pandemik Covid-19) UKT semester ganjil 2020/2021 untuk mahasiswa Tingkat 2 ke atas (termasuk jenjang S2 dan S3).
  5. Adanya SOP dan/atau Surat Edaran terkait pengurangan, penyesuaian kembali, dan pembebasan UKT sebagai bahan rujukan jumlah mahasiswa yang mengajukan keringanan UKT akan meningkat pada semester ganjil 2020/2021.Menuntut UPI memberikan subsidi penunjang pembelajaran jarak jauh (online) dibayarkan tepat waktu (on-time)

Adapun yang membuat geram mahasiswa melalui surat edaran resmi yang ditanda tangani oleh wakil rektor bidang akademik dan kemahasiswaan, Prof. Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd.,M.A. bisa anda unduh melalui link berikut : klik disini

Pesan harapan mahasiswa universitas pendidikan indonesia kampus daerah Serang : klik disini

Rencana kerja dan anggaran : klik disini

Sampai berita ini dibuat hastag #MahasiswaUPITolakBayarUKT dengan jumlah twitt 7.000, semoga dengan adanya surat edaran segera direspon oleh bapak rektor yang baru agar meringankan beban orang tua yang harus bayar UKT. Semoga cepat direspon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *