Usaha Selama Pandemi? Coba 6 Tips Berikut ini
Usaha Selama Pandemi? Coba 6 Tips Berikut ini

Usaha Selama Pandemi? Coba 6 Tips Berikut ini

Diposting pada

TravelOffline – Menjalankan sebuah bisnis baik online atau offline di tengah pandemi Covid-19 merupakan tantangan tersendiri bagi seseorang yang ingin melakukan usaha. Selain pembatasan sosial yang membuat masyarakat tak leluasa berbelanja, banyaknya pemutusan hubungan kerja atau PHK juga menurunkan daya beli.

Sebagai pelaku usaha, diperlukan beberapa langkah untuk dapat bertahan. Perubahan pada pengaturan arus keuangan perusahaan perlu dilakukan untuk tetap dapat mempertahankan bisnis agar berkelanjutan. Salah satunya dengan efisiensi sehingga kas perusahaan dapat digunakan untuk jangka waktu yang lebih panjang.

Berikut adalah saran dan pengalaman yang dibagikan oleh Yasa Singgih, founder merek fashion pria terkenal Men’s Republic, bagi para pelaku usaha dalam menghadapi perubahan pasar:

Tips menjalankan usaha online ditengah pandemi

1. Mengatur cash flow

Yasa mengubah caranya dalam menjalankan bisnis, dari yang semula mode attack menjadi mode survival. Upaya yang dilakukan mulai dari efisiensi biaya untuk kegiatan branding, menunda kegiatan ekspansi perusahaan, hingga menunda campaign lebaran.

Dalam internal perusahaan, diberlakukan unpaid leave, pemotongan gaji bagi beberapa karyawan, bahkan dirinya sendiri tidak mengambil gaji. Langkah tersebut dibutuhkan untuk menjaga cash flow jangka panjang mengingat belum adanya kepastian kapan pandemi akan berakhir.

2. Berempati dan menjaga komunikasi

Menurut Yasa yang terpenting dalam menjalankan bisnis adalah bukan hanya sekadar untung tetapi juga menyediakan apa yang dibutuhkan oleh konsumen. Dengan kondisi saat ini, alat kesehatan menjadi hal yang sangat dibutuhkan, maka Men’s Republic memproduksi dan menjual masker. Ia juga menyampaikan kepada pelanggan bahwa dengan membeli produk tersebut, mereka telah membantu para pengrajin untuk tetap dapat bertahan hidup, dan juga membantu masyarakat agar mudah mendapatkan pasokan masker.

Secara aktif menginformasikan apa yang perusahaan lakukan untuk mencegah penularan virus seperti melakukan penyemprotan disinfektan pada gudang, dan pengecekan suhu tubuh pekerja. Hal tersebut dilakukan guna mempertahankan kepercayaan konsumen bahwa perusahaan peduli terhadap kondisi saat ini. Rudi Antoni, sebagai seorang pakar bisnis menambahkan, juga membenarkan bahwa pada situasi saat ini penting bagi perusahaan untuk menjalin komunikasi yang baik dengan konsumen, karyawan, komunitas, juga mitra.

3. Pengaturan karyawan

Yasa juga memberlakukan Work From Home (WFH) dan mewajibkan karyawannya untuk mengisi aplikasi update pekerjaan guna menjaga produktivitas perusahaan. Rudi menambahkan, pelaku bisnis juga perlu untuk membuat rencana harian dengan minimal enam aktivitas yang harus dilakukan mulai dari yang paling prioritas, atau yang dapat memberikan pemasukan bagi perusahaan.

4. Strategi marketing yang baru

Selama wabah covid-19 ini banyak sekali pergeseran kebutuhan masyarakat yang terjadi. Mereka cenderung akan mengesampingkan hal-hal sekunder, seperti kebutuhan fesyen, termasuk sepatu. Memberikan potongan harga untuk semua produk adalah salah satunya. Melihat upaya yang dilakukan Yasa tersebut, Rudi menjelaskan bahwa keputusan membeli konsumen ditentukan oleh logika sebesar 20% dan emosional sebesar 80%. Oleh karena itu, perusahaan perlu untuk memaksimalkan aspek emosional pembeli, misalnya dengan mendonasikan Sebagian keuntungan.

5. Memanfaatkan layanan perbankan

Para pelaku usaha dituntut harus mampu memanfaatkan layanan-layanan perbankan online  secara optimal. Tidak sedikit perbankan yang menawarkan layanan-layanan semacam ini yang akan memudahkan para pelaku usaha dalam menjalankan bisnisnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *